Oleh:Prabu Rifqi R Hidayatullah
Terderai air mata melihat wajah mereka
bergetar dada meremukan jiwa
gemuruh ombak terhempas angin
melambai tangan terurai air mata
tenggelam di lautan jiwa
tertekan di dalam raga
ingin rasanya membunuh keheningan
tapi...
hanya ada rasa sesal yang tertanam
melangkah tuk coba menepiskannya
tak sanggup dada tertusuk panah
menggores hati yang lemah.
ibu pertiwi kembali menangis
karna tanahnya tertimpa duka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar