Kamis, 01 Desember 2011

Puisi " Bencana" Oleh Rifqi R Hidayatullah

Bencana 
Oleh:Prabu Rifqi R Hidayatullah

Terderai air mata melihat wajah mereka
bergetar dada meremukan jiwa
gemuruh ombak terhempas angin
melambai tangan terurai air mata

tenggelam di lautan jiwa
tertekan di dalam raga
ingin rasanya membunuh keheningan
tapi...
hanya ada rasa sesal yang tertanam
melangkah tuk coba menepiskannya
tak sanggup dada tertusuk panah
menggores hati yang lemah.
ibu pertiwi kembali menangis
karna tanahnya tertimpa duka.

Puisi " Sampai Ajal Tiba" Oleh Prabu Rifqi R Hidayatullah

 Sampai Ajal Tiba
Oleh: Prabu Rifqi R Hidayatullah 085811233221

Sesak di dada tak ada kata
melayang anganku ke singga sana
melihat dinding tanpa makna
tergores pena menyusun kata
tergeletak lemas,
ingin rasanya memejankan mata
namun raga ini tak ada daya
hanya suara kesepian yang terhembus
di balik dinding yang membisu
teringat bunga yang kucintai
ingin rasanya ku memeluknya
mencurahkan rasa yang ada
bermimpi, tertawa, dan terus bersamanya
sampai ajal tiba.

Puisi " Dari Keterpurukan" oleh Prabu Rifqi R Hidayatullah


Dari Keterpurukan
Oleh:Prabu Rifqi R Hidayatullah.Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata.085811233221

Melayang mengepakan sayap ke langit,
bernafas danal keletihan pekatnya malam.
terbang menuju cahaya harapan,
berlalu dengan derasnya waktu,
dan takan terbuka tabir masa depan.
       perih terseset luka dihati,
       takan terobati satu hari.
       hati berbunga tapi layu kembali,
       menerjang badai tetap tegar melalui.
cucuran tinta selalu menemani,
semua rasa perjalanan hidup ini.
terbang, lalu bangkit terpanggil kata,
kata yang memanggil semua rasa.
sepasang mata tak mampu mengedip,
sepasang kaki tepaku di bumi.
       cekungan hati ini belum terisi,
       dengan ambisi yang tak terbendung lagi.
       pikiran tertusuk di satu angan,
       terombang-ambing jalan kehidupan.
lepaskan semua beban dan derita,
terus berjalan menuju cahaya.
bangkit dan bangun dari keterpurukan,
untuk menyongsong masa depan.